ArRhyean.blogspot.com
-
Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2011

Mengapa Menggunakan Hisab

(bagian dari makalah Prof. Syamsul Anwar dengan judul Asli “Apresiasi Penetapan Awal Bulan Kamariah dan Penyatuan Kalender Hijriah Sedunia”)

1) Semangat al-Qur’an adalah penggunaan hisab. Dalam surat ar-Rahman ayat 5, Allah berfirman: “Matahari dan Bulan beredar menurut perhitungan” [55 : 5]. Ayat ini menegaskan bahwa matahari dan Bulan beredar dengan hokum yang pasti dan peredarannya tersebut karena itu dapat dihitung dan diprediksi. Ayat ini tidak sekedar memberi informasi, tetapi juga mengandung dorongan untuk melakukan perhitungan gerak matahari dan Bulan karena banyak kegunaannya. Di antara kegunaan perhitungan gerakan Bulan dan matahari itu, sebagaimana dijelaskan dalam ayat 5 dari surat Yunus, adalah untuk mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Atas dasar itu Syaikh Syaraf al-Qudah dari Yordania menegaskan, “Pada asasnya perhitungan bulan kamariah itu adalah dengan menggunakan hisab.” Ayat 5 surat Yunus dimaksud berbunyi:
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya bagi bulan itu manzilah-manzilah, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”[Q. 10:5]

Apabila semangat al-Quran adalah hisab, lalu mengapa Nabi Saw sendiri menggunakan dan memerintahkan melakukan rukyat? Hal itu adalah karena alasan kedua berikut;

2) Menurut Muhammad Rasyid Rida dan Mustafa az-Zarqa, perintah melakukan rukyat itu adalah perintah berillat, maksudnya perintah yang disertai alasan hukum (ilat) yang menerangkan mengapa diperintahkan demikian. Menurut kaidah fikhiah, hukum itu berlaku menurut ada atau tiadanya ilat. Apabila ada ilatnya, maka hukum diberlakukan, dan apabila tidak ilatnya, maka hukum tidak diberlakukan. Ilat perintah rukyat adalah keadaan umat yang ummi (tidak kenal baca tulis dan hisab) pada zaman Nabi Saw. Karena tidak mengenal baca tulis dan hisab, maka tidak mungkin orang pada zaman itu melakukan hisab. Untuk itu mereka diperintahkan menggunakan sarana yang mudah bagi mereka saat itu, yaitu melakukan rukyat. Ini ditegaskan oleh Nabi Saw dalam hadist riwayat al-Bukhari dan Muslim sebagai berikut:
Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi; kami tidak bisa menulis dan tidak bisa melakukan hisab. Bulan itu adalah demikian-demikian. Maksudnya adalah kadang-kadang dua puluh sembilan hari; dan kadang-kadang tiga puluh hari “ [HR al-Bukhari dan Muslim].

Hadist ini menurut Syaikh Muhammad Rasyid Rida, Mustafa az-Zarqa, dan Yusuf al-Qaradawi menerangkan ilat mengapa rukyat diperintahkan, yaitu karena keadaan ummat pada zaman itu masih ummi, yaitu sebagian terbesar tidak mengenal baca tulis dan tidak dapat melakukan hisab. Oleh karena itu, sesuai dengan kaidah fikhiah bahwa hukum berlaku menurut ada atau tidak adanya ilat, maka apabila ada ilat, yaitu keadaan ummi dalam hal ini tidak ada orang yang bisa melakukan hisab, maka digunakan rukyat, dan apabila ilat tidak ada, yaitu keadaan tidak lagi ummi di mana telah ada ahli hisab, maka perintah rukyat tidak berlaku lagi, dan metode yang digunakan adalah hisab karena sudah ada ahlinya.

Menurut Yusuf al-Qaradawi, rukyat bukan tujuan pada dirinya, melainkan hanyalah sarana untuk mengetahui masuknya bulan. Sebagai sarana, rukyat merupakan sarana yang lemah dan tidak begitu akurat. Hisab yang menggunakan kaidah-kaidah astronomi lebih memberikan kepastian dan akurasi tinggi, serta terhindar dari kemungkinan keliru dan kedustaan. Oleh karena itu, menurut Yusuf al-Qaradawi, apabila kita telah memiliki sarana yang lebih pasti dan akurat, maka mengapa kita harus jumud bertahan dengan sesuatu sarana yang tidak menjadi tujuan pada dirinya. Ahmad Muhammad Syakir, ahli hadis abad ke-20 dari Mesir yang menurut al-Qaradawi merupakan seorang salafi murni, menegaskan bahwa wajib menggunakan hisab untuk menentukan bulan kamariah dalam semua keadaan, kecuali di tempat di mana tidak ada orang yang mengetahui hisab. Dengan argument seperti itu para ulama penganut hisab tidak menjadikan rukyat sebagai syarat memulai puasa Ramadhan atau idul fitri. Ibnu Daqiq al-Id (w. 702H /1320M) dalam karyanya Syarh Umdat al-Ahkam menegaskan, rukyat secara faktual tidak disyaratkan untuk wajibnya memulai puasa karena telah disepakati bahwa orang yang berada di dalam bungker apabila hisa atau ijtihad mengetahui telah sempurnanya bulan berjalan wajiblah ia berpuasa meskipun ia tidak melihat Bulan atau tidak ada orang yang melihatnya yang memberitahukan kepadanya. (Ibnu Daqiq al-Id, Ihkam al-Ahkam Syarh Umdat al-Ahkam, edisi Muammhammad Hamid al-Faqqi dan Ahmad Muhammad Syakir [Kairo: Matba’ah as-Sunnah an-Nabawiyyah, 1953/1372)

Jadi hadis-hadis rukyat tidak ditafsirkan secara individual, melainkan ditafsirkan secara komprehensif dengan menghubungkannya kepada hadist lain terkait serta ayat-ayat al-Quran. Begitu pula hadis-hadis itu tidak ditafsirkan secara harfiah dan apa adanya, melainkan ditafsirkan dengan memperhatikan ilat yang terdapat didalamnya.

3) Alasan astronomi, bahwa dengan rukyat umat Islam tidak bisa membuat kalender. Dr. Nidhal Guessoum, salah seorang penulis, mengeluh karena menurutnya adalah suatu ironi besar bahwa umat Islam hingga hari ini tidak mempunyai system penanggalan terpadu yang jelas, padahal 6000 tahun lampau di kalangan bangsa Sumeria telah terdapat suatu system kalender yang terstruktur dengan baik. Menurut Prof. Dr. Idris Ben Sari, Ketua Asosiasi Astronomi Maroko, ketiadaan kalender Islam terpadu hingga hari ini disebabkan oleh kuatnya umat Islam berpegang pada faham rukyat sehingga tidak dapat membuat suatu sistem penanggalan yang akurat dan kuat. Haruslah diakui bahwa rukyat tidak dapat menghitung tanggal jauh ke depan, karena tanggal baru bisa diketahui dengan metode rukyat pada h-1 (h min satu).

4) Rukyat tidak dapat menyatukan awal bulan Islam secara global. Sebaliknya rukyat memaksa umat Islam untuk berbeda memulai awal bulan kamariah termasuk bulan-bulan ibadah. Hal ini adalah karena rukyat terbatas jangkauannya. Rukyat pada visibilitas pertama tidak dapat mengcover seluruh muka bumi, sehingga pada hari yang sama ada muka bumi yang telah merukyat dan ada muka bumi yang belum dapat merukyat. Akibatnya adalah bahwa kawasan yang telah berhasil merukyat akan memulai bulan baru pada malam itu dan keesokan harinya, dan bagian muka bumi yang belum dapat merukyat akan menggenapkan bulan berjalan dan memulai bulan baru lusa, sehingga terjadilah perbedaan memulai tanggal.

Apabila orang konsekuen dengan rukyat sesuai dengan hadis Kuraib, maka kawasan tertentu yang telah berhasil merukyat akan memulai bulan baru pada malam itu dan keesokan harinya, sedangkan sebagian yang belum dapat melihat hilal memasuki bulan baru lusa. Inilah di antara kelemahan penggunaan rukyat. Bahkan ada kawasan dunia yang untuk waktu lama tidak dapat melihat hilal atau terlambat beberapa hari untuk dapat melihatnya. Kawasan-kawasan bumi yang terletak di atas garis Lintang Utara 600 dan kawasan bumi di bawah garis Lintang Selatan 600 merupakan kawasan yang tidak normal di mana tidak dapat melihat untuk beberapa waktu lamanya atau terlambat dapat melihatnya, yaitu ketika bulan telah besar. Apalagi kawasan yang termasuk ke dalam Lingkaran Artika (Artic Circle) di sekitar kutub utara dan Lingkaran Antartika (Antartic Circle) di sekitar kutub selatan di mana siang pada musim panas melebihi 24 jam dan malam pada musim dingin melebihi 24 jam. Pada musim dingin di Lingkaran Artika, matahari berada di bawah ufuk sehingga tidak ada siang. Lama malam dikawasan ini bervariasi sejak 24 jam di garis Lingkaran Artika hingga 6 bulan di kutub utara. Selama itu matahari bergerak di bagian selatan bumi sehingga tidak terlihat di kawasan utara (di Lingkaran Artika). Ketika saat ijtiak (konjungsi) – selama musim dingin – Bulan berada di tengah-tengah antara matahari dan bumi atau masih di sekitar itu, maka ia tidak akan terlihat di Lingkaran Artika karena seperti juga matahari, Bulan berada di bawah ufuk. Oleh karena itu hilal tidak pernah terlihat di kawasan tersebut selama beberapa hari dan baru akan terlihat setelah besar dan menjauh dari garis konjungsi.

5) Jangkauan rukyat terbatas, di mana hanya bisa diberlakukan kea rah timur sejauh maksimal 10 jam. Orang di sebelah timur tidak mungkin untuk menunggu rukyat di kawasan sebelah barat yang jaraknya lebih dari 10 jam. Jadi orang Indonesia tidak mungkin menanti terjadinya rukyat di New York (selisih waktu 12 jam) karena ketika di New York rukyat terjadi sekitar pukul 06.00 sore misalnya, di Indonesia jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi hari berikutnya. Pada hal orang di kawasan timur tersebut (misalnya di Indonesia Timur) pada pukul 04.00 pagi waktu setempat harus sudah mendapatkan kepastian apakah mereka akan makan sahur untuk memulai puasa Ramadhan ataukah tidak, sementara rukyatnya sendiri saat itu belum terjadi, karena baru diperkirakan akan terjadi beberapa jam lagi. Mereka tidak bisa menunggu lebih lama karena keburu pagi. Jadi rukyat fikliah (fisik) tidak bisa menyatukan awal bulan kamariah di seluruh dunia karena keterbatasan jangkauannya.

6) Rukyat menimbulkan problem pelaksanaan puasa Arafah, karena rukyat itu terbatas liputannya. Bisa terjadi bahwa di Mekah belum terjadi rukyat sementara di daerah lain (sebelah barat) sudah terjadi rukyat; sehingga kawasan sebelah barat itu akan mendahului Mekah memasuki bulan baru. Atau di Mekah sudah terjadi rukyat sementara di kawasan lain (sebelah timur) belum terjadi rukyat, sehingga kawasan di sebelah timur itu akan terlambat satu hari memasuki bulan baru dari Mekah. Problemnya disini adalah bahwa rukyat dapat menyebabkan orang di kawasan ujung barat bumi tidak dapat melaksanakan puasa Arafah karena wukuf di Arafah jatuh bersamaan dengan hari Idul Adha di kawasan ujung barat itu dan puasa pada hari raya dilarang. Bagi kawasan di sebelah timur Mekah, problemnya adalah bisa jadi hari wukuf di Arafah jatuh bersamaan dengan tanggal 8 Zulhijjah di kawasan ujung timur bumi. Hal ini dapat dilihat pada contoh kasus Zulhijjah 1439 H

Jadi rukyat menyebabkan umat Islam di kawasan waktu ujung barat tidak dapat melaksanakan puasa Arafah. Inilah mengapa rukyat terpaksa harus ditinggalkan. Oleh Karena itu pula kita tidak dapat dengan enteng mengatakan bahwa besok haji, bila di Mekah jamaah haji wukuf, maka kita puasa Arafah dan besoknya lebaran haji. Kalau orang di kawasan zona waktu barat menunda masuk bulan Zulhijjah yang hilalnya sudah terpampang di ufuk demi menunggu Mekah, maka ini akan membuat system kalender menjadi kacau balau, serta melanggar ketentuan bahwa “apabila kamu telah melihat hilal puasalah, dan apabila kamu melihatnya berharirayalah”.

Selasa, 31 Mei 2011

Puisi : Bayang-bayang Nabi

30 Hari Sebelum Ajal: Sweet Memory

Cobalah renungkan sejenak Sweet Memory terindah di dalam kehidupan Anda, sambil mengenang masa-masa yang indah tersebut. Misalnya masih teringat olehku suatu kenangan terindah sewaktu aku masih bersamanya, sewaktu aku masih menjalani hidup penuh dengan kebahagiaan, sewaktu cinta itu masih ada bersamanya, masih melekat erat dan masih memberikan senyumnya padaku…..Marilah kita ber-nostalgi sejenak sambil mengenang pada saat ketika kita khusus bangun tengah malam, karena ingin melihat pertandingan tinju Mohammad Ali, atau dimana setiap sore rajin nonton Bonanza, Daktari, Kojak, ChiPs. Lagipula pada saat itu kita tidak perlu gunta-ganti program masalahnya hanya ada satu program saja dari TV-RI. Musik yang ngetop pada saat itu dari Tom Jones, Beatles, Bee Gees, Koes Ploes. Pada saat rambut disasak, ataupun pakai Tanco minyak rambut yang melekit, agar penampilan bisa mirip seperti Charles Bronson. Betapa cantiknya dahulu ketika kita mengenakan celana kulot

Pada umumnya orang senang mengenang kembali masa remajanya atau pada saat usia puber. Mengenang Date yang pertama dimana kita nonton atau makan bareng. Renungkanlah oleh Anda ketika masa pacaran pertama di sekolah/kuliah atau pada saat pergi liburan keluar kota.

Sweet Memory tidak harus selalu ada kaitannya dengan pacaran, misalnya bisa juga pada saat kita pertama kali mengendarakan motor/mobil atau pada saat kita pentas atau pada saat merayakan pesta HUT ataupun pesta perkawinan dll-nya. Sweet Memory tidak tergantung dari usia buktinya mang Ucup masih mengalami banyak sekali Sweet Memories setelah usia kepala enam.

Sayangnya Sweet Memories ini tidak bisa diulang balik, karena kita tidak bisa memutar balik jam waktu. Mungkin pada saat tersebut kita pernah merasakan sakitnya, karena merasa dihianati, tetapi kalau direnungkan kembali, lebih banyak masa indahnya daripada sakitnya oleh sebab itulah kita senang mengingatnya kembali. Pengalaman negativ seseorang akan lebih mudah dan lebih cepat terlupakan, karena kita lebih senang mengingat hal-hal yang menyenangkan dan positiv.

Menurut Profesor Wildschut dari Universitas Southampton, cara terbaik dan termudah untuk mengurangi beban stress kita ialah dengan cara "Mimpi Mundur" atau mengingat kembali masa-masa indah; diwaktu yang lampau atau dalam istilah kerennya bersnostalgian. Hal ini tidak perlu kita lakukan secara nyata; cukup apabila kita bisa mengenang kembali semuanya di dalam otak kita.

Berdasarkan hasil penelitian ternyata 79% dari manusia di kolong langit ini minimum seminggu sekali secara langsung atau tidak langsung di ingatkan kembali akan masa lampaunya. Misalnya melalui musik, film, lokasi atau bertemu dengan orang-orang tertentu, bahkan dari wangi parfum pun orang bisa teringat kembali akan masa lampaunya.

Pada jaman dahulu kita belum memiliki keinginan untuk barang-barang konsumen seperti sekarang ini. Hidup kita dahulu jauh lebih sederhana dan jauh lebih bersahaja, tapi kita merasa lebih bahagia.

Pada saat itu kita masih bisa menikmarti kasih sayang ibu kita 100%, sebab seorang ibu, mengemban tugasnya sebagai ibu 100% jadi tidak hanya sekedar 10% seperti saat sekarang ini, karena harus membantu sang suami mencari uang. Cobalah lihat keluarga mana yang masih bisa melaksanakan budaya makan bareng seluruh keluarga ?

Semakin tua seseorang semakin banyak pulalah ia membicarakan mengenai masa lampaunya. Semakin tua seseorang semakin ia merasakan kesepian. Dengan bernostalgi kita bisa merasakan kembali bagaimana dahulu kita dikasihi maupun dihargai. Maklum pada saat tersebut, kita masih gagah, muda, cantik dan ganteng dibandingkan dengan sekarang dimana rambut sudah mulai rontok dan beruban, wajahpun sudah penuh dengan keriput. Jadi wajarlah apabila kita lebih senang mengenang akan masa emas atau masa jaya kita diwaktu muda

Sweet Memories adalah miliki kita satu-satunya yang paling indah yang tidak akan hilang dimakan waktu dan tidak bisa diambil oleh siapapun juga. Sweet Memories ini sudah menjadi bagian dari hidup kita yang dibawa ke manapun kita pergi. Percayalah pada saat Anda sedang merasa duka dan tidak tahu lagi apa yang harus Anda lakukan, selainnya berdoa, usahakanlah untuk mengingat kembali kenangan indah Anda. Pasti ini akan bisa menghibur Anda !

Mogah-mogahan melalui tulisan ini saya bisa membangkitkan kembali Sweet Memories Anda. Melalui Sweet Memories ini; secara tidak langsung otak kita bisa liburan/istirahat sejenak dari segala macam stress maupun problem sehari-hari kita, bahkan bisa membuat panjang umur.

Memperkuat Keyakinan Anda Untuk Meraih Tujuan

Berhati-hatilah terhadap apa yang Anda percayai karena itulah apa yang Anda akan alami. Sistem kepercayaan Anda adalah suatu mekanisme yang khusus milik Anda. Hal ini diikuti oleh keinginan Anda dan dikendalikan oleh pikiran dan tindakan Anda. Dengan kata lain, kesuksesan Anda diukur oleh kekuatan keyakinan Anda. Apa yang Anda inginkan? Sering kali orang tidak memiliki petunjuk apa yang mereka inginkan, mereka hanya tahu apa yang tidak mereka inginkan.
Sekarang adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi tujuan dan menentukan hasil akhir yang ingin Anda capai. Letakkan tujuan-tujuan Anda dalam tulisan dan tempatkan mereka di mana Anda dapat melihatnya sepanjang hari. Dengan sering membacanya tujuan Anda akan tetap ada di pikiran Anda.
Berikut adalah strategi-strategi membangun keyakinan untuk meraih tujuan Anda.

Kembangkan Rasa Ingin Tahu.

Lakukan penelitian dan belajar sebanyak yang Anda bisa mengenai bagaimana Anda dapat mencapai tujuan Anda. Gunakan semua kemungkinan sumber-sumber seperti buku, CD, kursus dan orang-orang. Ya, orang-orang. Bicara kepada sebanyak mungkin orang yang sudah berhasil dalam apa yang ingin Anda capai. Bertanya, bertanya, dan bertanya lagi tentang apa yang mereka lakukan untuk mencapai kesuksesan.
Jangan membatasi kontak Anda hanya orang yang sudah Anda kenal saja, kembangkan dengan orang-orang yang belum Anda kenal juga. Perkenalkan diri Anda melalui telepon atau surat, jelaskan tujuan Anda untuk menghubungi mereka. Hal terburuk yang bisa terjadi adalah bahwa mereka mengabaikan Anda. Hal terbaik yang bisa terjadi adalah bahwa mereka menjadi mentor Anda dan menawarkan dukungan dan semangat. Kemungkinan Anda akan menerima sekurang-kurangnya satu tip besar dari banyak orang yang Anda hubungi.
Satu hal yang perlu Anda perhatikan saat Anda ingin mendapatkan nasihat dari seorang mentor, adalah mintalah dengan sopan. Kadang saya melihat hal yang aneh, banyak orang yang ingin dapat ilmu dari mentor dengan cara menyuruh atau kurang sopan, seolah mentor itu pembantu yang harus memberikan ilmunya kepada Anda. Bahkan yang lebih parah adalah, banyak orang yang memang menyuruh mentornya yang bertindak untuk mencapai tujuannya. Ini memang aneh, tapi saya sering menemukannya.

Jadilah Unik

Selanjutnya, ambil ide-ide yang Anda dapatkan saat belajar kemudian integrasikan ide-ide tersebut dengan proses kreatif Anda sendiri. Pikirkan tentang bagaimana Anda dapat mendekati tujuan Anda dengan cara yang berbeda dengan orang lain, yang lebih baik. Beranilah menjadi berbeda. Jangan takut untuk mengambil risiko. Anda akan kehilangan apa? Tulislah daftar hal-hal terburuk yang bisa terjadi dan kemudian daftar semua kemungkinan hasil yang terbaik. Jagalah konsentrasi Anda pada hasil yang Anda inginkan.

Bersikaplah lebih baik daripada pesaing Anda.

Ketika Anda masih anak-anak dan melihat kakak Anda atau teman-teman naik sepeda (tanpa roda tambahan), Anda melihat lutut dan siku mereka lecet apakah Anda berkata, “Wah, aku bisa terluka melakukan hal itu.” Sebaliknya, Anda justru memohon untuk mencobanya sendiri. Dengan banyak latihan dan sering sakit, Anda secara bertahap belajar bagaimana menjaga keseimbangan Anda. Ketika Anda jatuh, Anda akan mencoba lagi dengan tekad lebih besar. Dari upaya pertama Anda, Anda percaya pada pikiran Anda bahwa jika Anda mencoba lagi, Anda akhirnya akan pandai naik sepeda dan lebih baik dibanding teman-teman Anda.

Bersikaplah positif.

Jika Anda hanya melihat rintangan sebelum Anda mencoba, maka Anda hanya akan melihat masalah. Muncullah keraguan. Jika Anda memiliki keragu-raguan bahwa Anda tidak akan berhasil, maka Anda tidak akan berhasil. Jika Anda terpengaruh oleh kekuatan orang-orang negatif, maka Anda tidak akan pernah menjadi lebih baik daripada mereka. Percayalah pada diri sendiri dan apa yang Anda mampu. Ketika keinginan Anda untuk sukses adalah lebih kuat daripada rasa sakit, rasa takut, frustrasi, gagal, maka tindakan akan datang.
Saya menantang Anda untuk melihat tujuan Anda seperti yang Anda lakukan ketika Anda masih anak-anak. Ingat, apa pun mungkin selama Anda percaya. Buatlah komitmen bahwa Anda tidak akan membiarkan apa pun atau siapa pun, termasuk Anda menghalangi jalan Anda mencapai tujuan Anda.

sumber : (http://www.motivasi-islami.com)

Salat

Salat (ejaan KBBI) atau sholat (bahasa Arab: صلاة), merujuk kepada ritual ibadah pemeluk agama Islam. Menurut syariat Islam, praktik salat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Rasulullah SAW sebagai figur pengejawantah perintah Allah. Rasulullah SAW bersabda, Salatlah kalian sesuai dengan apa yang kalian lihat aku mempraktikkannya.[1]



 

Etimologi

Secara bahasa salat berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti, do'a. Kata Salat itu sendiri dalam bahasa Arab, berasal dari kata "tselota" dalam bahasa Aram (Suriah) yaitu induk dari bahasa di Timur Tengah[rujukan?]. Sedangkan, menurut istilah, salat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Hukum Salat

Muslim Indonesia tengah salat.
Dalam banyak hadits, Nabi Muhammad SAW telah memberikan peringatan keras kepada orang yang suka meninggalkan salat, diantaranya ia bersabda: "Perjanjian yang memisahkan kita dengan mereka adalah salat. Barangsiapa yang meninggalkan salat, maka berarti dia telah kafir."[2]
Orang yang meninggalkan salat maka pada hari kiamat akan disandingkan bersama dengan orang-orang laknat, berdasarkan hadits berikut ini: "Barangsiapa yang menjaga salat maka ia menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari kiamat dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti dan keselamatan dan pada hari kiamat ia akan bersama Qarun, Fir'aun, Haman dan Ubay bin Khalaf."[3]
Hukum salat dapat dikategorisasikan sebagai berikut :
  • Fardhu, Salat fardhu ialah salat yang diwajibkan untuk mengerjakannya. Salat Fardhu terbagi lagi menjadi dua, yaitu :
    • Fardhu ‘Ain : ialah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf langsung berkaitan dengan dirinya dan tidak boleh ditinggalkan ataupun dilaksanakan oleh orang lain, seperti salat lima waktu, dan salat jumat(Fardhu 'Ain untuk pria).
    • Fardhu Kifayah : ialah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf tidak langsung berkaitan dengan dirinya. Kewajiban itu menjadi sunnah setelah ada sebagian orang yang mengerjakannya. Akan tetapi bila tidak ada orang yang mengerjakannya maka kita wajib mengerjakannya dan menjadi berdosa bila tidak dikerjakan. Seperti salat jenazah.
  • Nafilah (salat sunnat),Salat Nafilah adalah salat-salat yang dianjurkan atau disunnahkan akan tetapi tidak diwajibkan. Salat nafilah terbagi lagi menjadi dua, yaitu
    • Nafil Muakkad adalah salat sunnat yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat (hampir mendekati wajib), seperti salat dua hari raya, salat sunnat witir dan salat sunnat thawaf.
    • Nafil Ghairu Muakkad adalah salat sunnat yang dianjurkan tanpa penekanan yang kuat, seperti salat sunnat Rawatib dan salat sunnat yang sifatnya insidentil (tergantung waktu dan keadaan, seperti salat kusuf/khusuf hanya dikerjakan ketika terjadi gerhana).

Salat Berjamaah
13 Rukun Salat :
  1. Niat
  2. Berdiri(bagi yang mampu)
  3. Takbiratul ihram
  4. Membaca surat Al Fatihah pada tiap rakaat
  5. Ruku' dengan tuma'ninah
  6. I'tidal dengan tuma'ninah
  7. Sujud dua kali dengan tuma'ninah
  8. Duduk antara dua sujud dengan tuma'ninah
  9. Duduk tasyahud akhir
  10. Membaca tasyahud akhir
  11. Membaca shalawat nabi pada tasyahud akhir
  12. Membaca salam yang pertama
  13. Tertib (melakukan rukun secara berurutan)

[sunting] Salat Berjama'ah

Salat tertentu dianjurkan untuk dilakukan secara bersama-sama(berjama'ah). Pada salat berjama'ah seseorang yang dianggap paling kompeten akan ditunjuk sebagai Imam Salat, dan yang lain akan berlaku sebagai Makmum.
  • Salat yang dapat dilakukan secara berjama'ah antara lain :
    • Salat Fardhu
    • Salat Tarawih
  • Salat yang mesti dilakukan berjama'ah antara lain:
    • Salat Jumat
    • Salat Hari Raya (Ied)
    • Salat Istisqa'

Salat dalam kondisi khusus

Dalam situasi dan kondisi tertentu kewajiban melakukan salat diberi keringanan tertentu. Misalkan saat seseorang sakit dan saat berada dalam perjalanan (safar).
Bila seseorang dalam kondisi sakit hingga tidak bisa berdiri maka ia dibolehkan melakukan salat dengan posisi duduk, sedangkan bila ia tidak mampu untuk duduk maka ia diperbolehkan salat dengan berbaring, bila dengan berbaring ia tidak mampu melakukan gerakan tertentu ia dapat melakukannya dengan isyarat.
Sedangkan bila seseorang sedang dalam perjalanan, ia diperkenankan menggabungkan (jama’) atau meringkas (qashar) salatnya. Menjama' salat berarti menggabungkan dua salat pada satu waktu yakni dzuhur dengan ashar atau maghrib dengan isya. Mengqasar salat berarti meringkas salat yang tadinya 4 raka'at (dzuhur,ashar,isya) menjadi 2 rakaat.

Salat dalam Al Qur'an

Berikut ini adalah ayat-ayat yang membahas tentang salat di dalam Al Qur'an, kitab suci agama Islam.
  • Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan salat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan (QS.Ibrahim :31)14:31
  • Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji (zinah) dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat lain) Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (al-‘Ankabut : 45) 29:45
  • Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan (Maryam: 59)19:59
  • Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh-kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan salat, yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya (al-Ma’arij : 19-23)70:19

Sejarah Salat Fadhu

Salat yang mula-mula diwajibkan bagi Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya adalah Salat Malam, yaitu sejak diturunkannya Surat al-Muzzammil (73) ayat 1-19. Setelah beberapa lama kemudian, turunlah ayat berikutnya, yaitu ayat 20:
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dengan turunnya ayat ini, hukum Salat Malam menjadi sunat. Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid, al-Hasan, Qatadah, dan ulama salaf lainnya berkata mengenai ayat 20 ini, "Sesungguhnya ayat ini menghapus kewajiban Salat Malam yang mula-mula Allah wajibkan bagi umat Islam.

Cerita : Seorang Wanita dan Tukang Besi

Ketika si tukang besi sedang duduk di rumahnya melepas lelah setelah seharian bekerja, tiba-tiba terdengar pintu rumahnya diketuk orang. Si tukang besi keluar untuk melihatnya, pandangannya menubruk pada sesosok wanita cantik yang tak lain adalah tetangganya.
“Saudaraku, aku menderita kelaparan. Jika bukan karena tuntutan agamaku yang menyuruh untuk memelihara jiwa (hifdz al-Nafs), aku tidak akan datang ke rumahmu. Maukah engkau memberikan makanan padaku karena Allah?” Tutur wanita itu.
Ketika itu, memang tengah datang musim paceklik (kemarau). Sawah dan ladang mengering. Tanah pecah berbongkah-bongkah. Padang rumput menjadi tandus hingga hewan ternak menjadi kurus dan akhirnya mati. Makanan menjadi langka, maka tak pelak kelaparan melanda sebagian besar penduduk desa itu. Hanya sebagian kecil yang masih bisa bertahan.
“Tidakkah engkau tahu bahwa aku mencintaim? Akan kuberi engkau makanan, tetapi engkau harus melayaniku semalam,” kata tukang besi itu.
Si tukang besi memang jatuh hati kepada tetangganya itu. Dia merayunya dengan berbagai cara dan taktik, namun tak juga berhasil meluluhkan hati wanita itu.
“Lebih baik mati kelaparan daripada durhaka kepada Allah,” ujar wanita itu lagi sambil berlalu menuju rumahnya.
Setelah dua hari berlalu, wanita itu kembali mendatangi rumah si tukang besi dan mengatakan hal yang sama. Demikian pula jawaban si tukang besi. Ia akan memberi makanan asalkan wanita itu mau menyerahkan dirinya. Mendengar jawaban yang sama, wanita itupun kembali ke rumahnya.
Dua hari kemudian, wanita itu datang lagi ke rumah tukang besi itu dalam keadaan payah. Suaranya parau, matanya sayu, dan punggungnya membungkuk karena menahan lapar yang tiada tara. Ia kembali mengatakan hal serupa. Begitu pula jawaban si tukang besi, sama dengan yang sudah-sudah. Wanita itu kembali ke rumahnya dengan tangan kosong untuk kali ketiga.
Ketika itulah, Allah memberikan hidayah-Nya kepada si tukang besi. “Sungguh celaka aku ini, seorang wanita mulia datang kepadaku, dan aku terus berlaku dzalim kepadanya,” tutur tukang besi dalam hatinya. “Ya Allah aku bertaubat kepada-Mu dari perbuatanku dan aku tidak akan mengganggu wanita itu lagi selamanya.”
Si tukang besi itu bergegas mengambil makanan dan pergi ke rumah wanita itu. Diketuknya pintu rumah wanita itu. Tak lama berselang, kerekek…terlihat pintu terbuka dan muncullah sesosok wanita yang nampak kuyu. Melihat si tukang besi berdiri di depan pintu rumahnya, wanita itu bertanya, “Apa keperluanmu datang ke rumahku?”
“Aku bermaksud mengantarkan sedikit makanan yang aku punya. Jangan khawatir, aku memberinya karena Allah,” jawab si tukang besi itu.
“Ya Allah, jika benar apa yang dikatakannya, maka haramkanlah ia dari api di dunia dan akhirat,” tutur wanita itu seraya menengadahkan kedua tanganya ke langit.
Si tukang besi itu pulang ke rumahnya. Ia memasak makanan yang tersisa buat dirinya. Tiba-tiba secara tak sengaja bara api mengenai kakinya, namun kaki si tukang besi itu tidak terbakar. Bergegas ia menemui wanita itu lagi.
“Wanita yang mulia, Allah telah mengabulkan doamu,” ujar si tukang besi.
Seketika itu, wanita itu sujud syukur kepada Allah.
“Ya Allah engkau telah mewujudkan doaku, maka cabutlah nyawaku saat ini juga.” Terdengar suara lirih dari mulut wanita itu dalam sujudnya. Allah kembali mendengar doanya. Wanita itupun berpulang ke Rahmatullah dalam keadaan sujud.
Demikianlah kisah seorang wanita yang menjaga kehormatannya meskipun harus menahan rasa lapar yang tiada tara.

Setiap muslimah mestinya dapat mengambil i’tibar (pelajaran berharga) dari berbagai kisah wanita shalihah yang telah diuraikan di muka. Merekalah yang mestinya dijadikan suri tauladan dalam kehidupan keseharian, bukan para artis yang menawarkan gaya hidup hedonisme dan materialisme
Dikutip dari buku "Bidadari Dunia Potre Ideal Wanita Muslim", Muh. Syafi'i Al-Bantani

Cerita : Kembalinya Seekor Rusa

Dalam kitab Alhilyah, Abu Naim meriwayatkan ; Ada seorang berjlan di depan Nabi SAW dengan membawa rusa yang baru didapat dari berburu, tiba-tiba rusa itu berkata ; Ya Rasulullah sesungguhnya aku mempunyai beberapa anak yang masih menetek, dan mereka kini lapar, karena itu suruhlah orang ini untuk melepaskanku untuk meneteki anak-anaku, kemudian aku kembali. Kemudian Nabi SAW bertanya, jika engkau tidak kembali bagaimana?

Jawab si rusa ; Jika aku tak kembali maka Allah akan mengutuk aku bagaikan orang yang disebut namamu disebut padanya tiba-tiba ia tidak membaca sholawat kepadamu.

Lalu Nabi SAW menyuruh orang itu ; lepaskan rusa itu dan aku yang menjamin akan kembalinya rusamu itu. Kemudian pergilah rusa itu menemui anak-anaknya, tak berapa lam ia kembali lagi.

Maka seketika itu turunlah malaikat Jibril as dan berkata ; Ya Muhammad, Allah menyampaikan salam padamu dan berfirman ; Demi kemulyaan dan KebesaranKu, sungguh Aku lebih kasih pada ummatmu lebih dari rusa itu terhadap anak-anaknya, dan Aku akan mengembalikan mereka padamu sebagaimana kembalinya rusa padamu.

Your Ad Here
IKLAN BARIS