ArRhyean.blogspot.com
-
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Mei 2011

Anak Bau Mulut, Normalkah?

Bau mulut selama ini memang identik dengan masalah orang dewasa, sehingga banyak orangtua yang kaget saat mencium bau tidak sedap dari mulut malaikat kecilnya. Banyak sekali faktor yang menyebabkan napas berbau tak sedap. Namun pada anak-anak, napas berbau pada umumnya tidak berkaitan dengan penyakit serius. Penelitian tahun 1999 yang dimuat dalam Journal of Pediatrics menyebutkan, bau mulut pada anak mayoritas berasal dari masalah di dalam rongga mulut itu sendiri atau berkaitan dengan rongga hidung.
Penyebab utama bau mulut adalah karena kebersihan gigi yang buruk. Pembusukan sisa makanan oleh bakteri akan menghasilkan sulfur yang menguap. Mulut kering saat tidur, serta sisa makanan di sela gigi atau sekitar amandel yang mengendap juga bisa terurai menjadi produk yang menghasilkan bau.
Gigi berlubang juga dapat memicu bau mulut. Bila lubang gigi belum mengenai akar gigi biasanya anak belum merasakan nyeri, namun seringkali sudah menyebabkan bau mulut.
Faktor lain adalah penyakit sinusitis akut dan kronik. Pada kasus ini, bau mulut bukan satu-satunya gejala. Sinusitis pada umumnya diikuti dengan batuk, demam, atau pembengkakan di rongga hidung. Bau mulut juga bisa menandakan adanya infeksi tenggorokan.
Untuk mencegah bau mulut, biasakan anak menyikat giginya secara rutin pada pagi dan malam hari. Minum banyak air putih agar mulut lembab juga membantu. Periksakan gigi anak ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mendeteksi adanya lubang atau gangguan lain pada gigi.
(sumber : TRIBUNNEWS.COM)

Minggu, 29 Mei 2011

Sunat Mengurangi Menular Seksual

sunatSunat dikatakan dapat membantu mengurangi risiko seperti penyakit menular seksual. Namun ternyata tak hanya itu. Sunat juga mengurangi risiko terkena kanker penis. Dengan kata lain, para pria yang tidak sunat berisiko terkena kanker penis.

Demikian diungkap Urolog Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais Jakarta Dr Rachmat B Santoso saat dihubungi melalui telepon, Jumat (15/5). “Penyebabnya adalah infeksi kronis pada orang yang tidak cirkumsisi (sunat),” kata Rachmat. Laki-laki yang juga berisiko adalah mereka yang pernah menderita herpes genitalis.

Persoalan utamanya adalah tidak higienisnya alat kelamin laki-laki karena kepalanya tidak terbuka. Kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis tidak terjamin kalau tidak sunat.

Gejala yang dijumpai pada orang yang kena kanker penis adalah adanya luka pada penis, luka terbuka pada penis, dan merasa nyeri pada penis bahkan terjadi pendarahan dari penis. Biasanya ini terjadi pada stadium lanjut. Ciri lain adalah tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil pada penis. 

Pengobatan kanker penis bervariasi, tergantung kepada lokasi dan beratnya tumor. Cara pertama adalah penektomi atau pemotongan, bisa sebagian bisa juga total. Rachmat mengilustrasikan, jika panjang penis 10 sentimeter dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya maka yang panjang penis yang dipotong 2-3 sentimeter. “Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya harus dipotong habis,” katanya. Cara yang lain bisa berupa kemoterapi dan terapi penyinaran.

Rachmat mengingatkan, penyakit ini tidak boleh dianggap remeh oleh para lelaki. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, kanker penis banyak menyerang usia produktif, 30 tahun sampai 50 tahun.

Meski tidak banyak menyerang pria, dalam setahun hanya ada 2-3 orang yang datang ke RS Dharmais, Anda, para pria harus hati-hati. “Tidak signifikan memang, tetapi sangat mengganggu integritas karena menyangkut kelaki-lakian seseorang,” pungkasnya.

sumber : kompas.com

Jumat, 27 Mei 2011

63 % Remaja Indonesia ngeseks Pranikah

Hai para blogger dan pembaca, Kalimat diatas itu merupakan hasil survei yang dilakukan oleh BKKBN. Serta merupakan survei tahun 2008, termasuk makassar. Sungguh mengejutkan hasil survei yang dilakukan oleh BKBN.

Angka ini merupakan angka terlalu besar dari sekian remaja SMP dan SMA yang ada di indonesia bahkan 21 % dari 63 % remaja ngeseks pranikah melakukan aborsi. Dan angka itu naik, karena pada tahun 2005 - 2006, remaja yang melakukan ngeseks pranikah sekitar 47 % hingga 54 %.

Data gaya hidup "ngeseks pranikah" ini sekaligus mengkonfirmasikan data dari departemen kesehatan. Hingga september 2008 menyebutkan dari 15.210 penderita AIDS atau orang yang hidup dengan HIV/AIDS di indonesia, 54 % nya adalah remaja. Buset.......? Melebih setengah remaja yang ada di seluruh indonesia.

Ada apa ini ? Dimana peranan keluarga yang selama ini berpengaruh dalam perilaku remaja dan siapa yang harus pantas disalahkan apa pemerintah, keluarga, teman atau yang lain. Tidak ada yang patut disalahkan, yang salah adalah sistim. Karena pengaruh globalisasi.

Karena menurut BKKBN ada beberapa faktor yang mendorong remaja melakukan hubungan seks pra - nikah antaranya : pengaruh liberalisme, pergaulan bebas, media massa seperti TV dan Internet dan data ini menunjukkan kalau 10 tahun lalu Tren Free Sex hanya dikota - kota besar, kini bahkan mulai masuk dikota kecamatan. Bahkan faktor yang paling besar yang mendorong remaja melakukan seks bebas adalah TV dan Internet.

Karena banyak memperlihatkan / menunjukkan sifat pornografi. Ini harus di bedahi oleh pemerintah, keluarga, sahabat dan teman agar tidak berkembang cepat. harus ada antisipasinya kalau bisa pihak keluarga harus saling bicara hati ke hati atau pendekatan bathin agar remaja tahu resiko seks bebas dan harus di kasih tahu bahwa dalam agama itu merupakan perbuatan dosa.

Serta pemerintah harus tegas dalam hal ini kalau bisa buat undang - undang tentang seks bebas atau semacannya lah. Sekian dulu yah tentang paparan atau tanggapan saya. Mudah - mudahan manfaat, tapi klu ada saran dan kritik. Jangan segang - segang ketiklah. Salam manis semuanya, wassalam. By rhyean

Your Ad Here
IKLAN BARIS